Nusa Dua, Bali (29/10), Beberapa isu lokal yang diperjuangkan Delegasi Indonesia dalam Sidang ke-31 Panel Internasional Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) disetujui masuk dalam agenda pembahasan Laporan Kelima IPCC. ‘Penekanan isu atau problema monsoon sudah disepakati masuk dalam Laporan IPCC kelima. Nanti kita bahas lebih lanjut dalam pertemuan IPCC berikutnya,’ Ketua Delegasi Republik Indonesia yang disampaikan oleh Dr. Advin Aldrian dalam acara penutupan di Nusa Dua, Bali, Kamis (29/10) siang.
Edvin menjelaskan bahwa beberapa hal yang sudah kita agendakan di pembukaan Sidang ke-31 IPCC ini sudah bisa diterima. Namun persoalan laut ini yang masih harus dibahas lebih lanjut. ‘Karena dukungan riset yang berkaitan dengan peran laut dalam perubahan iklim juga belum begitu banyak,’ jelas Edvin yang juga Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Bagi Edvin, hal itu merupakan tantangan bagi ilmuwan Indonesia untuk membuat dan menyusun riset agar dipublikasikan di jurnal ternama agar bisa masuk ke dalam Laporan IPCC kelima. ‘Standar yang disampaikan IPCC sangat tinggi. Mereka hanya mengadopsi hasil riset yang dimuat dalam jurnal ternama. Untuk laporan ke empat lalu Indonesia bisa memasukkan 16 hasil penelitian. Untuk laporan ke lima ini kita berharap lebih banyak lagi hasil penelitian ilmuwan Indonesia yang masuk,’ jelas Edvin.
Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong dan mengembangkan kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi serta berbagai perguruan tinggi di Indonesia guna mengembangkan kajian dan riset yang berkaitan dengan tema perubahan iklim, ‘Khususnya soal monsoon dan kontribusi penyerapan karbon oleh laut,’ tambah Edvin.
Apresiasi IPCC
Sementara itu Ketua Panel Internasional Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim, Dr. Rajendra Pachauri menyampaikan terima kasih kepada para delegasi dan pemerintah Indonesia yang telah menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Sidang ke-31 IPCC. ‘Selama sidang kita semua mengalami kemajuan positif dan menggembirakan dalam pembahasan outline AR-5,’ kata Pachauri.
Delegasi Indonesia juga menghargai perhatian dan komitmen delegasi seluruh negara yang hadir. ‘Kerja semua pihak selama empat hari ini tak diragukan lagi dapat memberikan dasar penting dan strategi untuk penyusunan AR-5,’ sebagaimana disampaikan oleh Edvin.
Hasil pembahasan kerangka Laporan IPCC kelima ini akan dibahas kembali di Busan, Korea tahun depan. ‘Namun beberapa pokok bahasan dalam sidang ini juga bisa diagendakan untuk dibahas dalam Pertemuan Perubahan Iklim UNFCCC dan COP-15 di Copenhagen, akhir tahun ini. ***